Jember, MotimNews. Untuk menekan pelanggaran sedini mungkin dan menciptakan kedisplinan Polri, Kasi Propam Polres Jember Iptu Sucahyo bersama sejumlah personil melakukan sidak di beberapa Polsek. Hasilnya, beberapa pelanggaran ringan ditemukan.
“Agenda hari ini melaksanakan Gaksiplin sesuai dengan perintah pimpinan, untuk mencegah dan menekan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Setelah kita laksanakan penegakan disipilin di beberapa Polsek dan Pos Pol Airud kemarin, masih kita temukan pelanggaran-pelanggaran ringan yang dilakukan oleh anggota,” kata Iptu Sucahyo usai melaksanakan sidak di beberapa Polsek Di Jember, Selasa (3/4).
Menurut Cahyo, tujuan dari sidak ini untuk membuat anggota tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun, karena Polri merupakan contoh bagi masyarakat. Pelaksanaan ini untuk mengingatkan anggota yang melanggar, dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.
“Terutama gangpol, yang termasuk pelanggaran ringan. Dan itu sudah kita buatkan berita acara, agar tidak diulangi lagi. Ini juga sudah sesuai dengan petunjuk pimpinan, untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap anggota polri berupa surat-surat, baik SIM, KTP, STNK, KTA, sikap anggota, mulai dari rambut, Pakaian, Cara pekaian dan sebagainya,” ungkapnya.
Saat dilakukan sidak tadi, pihaknya juga menemukan pelanggaran ringan terkait penggunaan beberapa atribut polri. Termasuk pelanggaran kecil, berupa perawatan senjata api.
“Dari itu kita menemukan beberapa pelanggaran, pelanggaran ganpol pakai pilket, menggunakan opel yang tidak sesuai dengan aturan. Untuk senjata Api surat lengkap, hanya ada di salah satu polsek ditemukan senjata api yang kotor. Sehingga kita berikan tindakan disiplin berupa Skotjam sebanyak 10 kali,” tegas Cahyo.
Tujuan dari pelaksanaan ini adalah menekan agar seminimal mungkin, agar anggota tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. “Untuk sementara kita laksanakan di empat polsek wilayah selatan dan satu Pos Pol Airud di Puger. Semuanya lima titik, dengan arah yang sejalur dan dengan jangkauan mudah,” terang Cahyo.
Dirinya juga mengatakan, jika mendapat perintah dari pimpinan agar sosialisasi terhadap anggota menghadapi tahun pilitik sekarang ini. Untuk menjaga Netralitas sebagai anggota Polri.
“Apalagi sekarang tahun politik, yang mana ini juga merupakan perintah dari pimpinan untuk sosialisasi terhadap anggota. Agar dilarang keras untuk anggota, menggunakan fasilitas atau apa saja, sehingga ada kesan bahwa anggota Polres Jember seakan-akan membela salah satu golongan. Jadi kami tidak mau ini terjadi, dan kita harus benar-benar menjaga itu,” ucap Cahyo.
Ini memang perintah pimpinan, kebijaksanaan pimpinan. Agar Polres Jember benar-benar netralitas terhadap semua golongan atau semua calon di tahun politik ini.
“Karena tugas kita hanya menjaga keamanan, dan termasuk program Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang merupakan predikat paling tinggi yang telah kita raih. Kita harus pertahankan, dan kita tingkatkan,” pungkasnya. (*)
