Bondowoso, MotimNews. Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni menyampaikan Tujuh misi nota penjelasan tentang LKPJ akhir tahun 2017 di sidang paripurna Gedung DPRD Bondowoso jalan Situbondo. Beberapa capaian disampaikan oleh Bupati di depan anggota dewan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Rabu (4/4).
Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan garis besar LKPJ akhir Tahun anggaran 2017 dari Tujuh misi meliputi arah kebijakan umum pemerintahan daerah, kinerja makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Selain itu, infrastruktur sebagai indikator pertumbuhan untuk melihat pertumbuhan harga komuditas.
Sedangkan angka inflasi juga terus meningkat seiring dengan komsumsi masyarakat melalui pangan dan non pangan. Salah satu ukuran kesejahteraan masyarakat dapat diukur dari indek pembangunan manusia (IPM) dan akumulasi perkembangan cukup baik.
Lanjut bupati, capaian pemerintah daerah yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, inovatif dan bermartabat melalui pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan olahraga.
Kinerja dunia pendidikan yang menuai hasil yang sangat memuaskan, mencapai target yang direncanakan.
Sehingga dapat mengurangi angka lama sekolah, memfasilitasi melalui pendidikan non formal dan memfasilitasi pendidikan tinggi dengan kerjasama melalui Universitas Jember (Unej) dan Poltek Jember.
Bagi kepemudaan olahraga yang konsisten kata Bupati, terus melakukan pembinaan kepada organisasi kepemudaan sebagai peran pemuda penggerak pembangunan. Selain itu, peran pemuda melalui ekonomi produktif.
“Pemkab Bondowoso melalui KONI terus melakukan pembinaan kepada atlet-atlet pemuda berbakat agar terus berprestasi. Serta terus berupya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga dan rehabilitasi sarana yang ada,” katanya.
Sedangkan sisi lain, kualitas pelayanan kesehatan terus ditingkatkan mulai tingkat desa sampai tingkat kabupaten. Melalui Dinas Kesehatan dan RSUD DR. Koesnadi, meskipun secara umum dibidang kesehatan sudah memenuhi target yang diharapkan.
Lebih lanjut Bupati, namun dunia kesehatan masih juga terdapat hasil yang belum optimal. Karena kesediaan tenaga medis yang belum memadai seperti dokter, bidan yang belum sesuai dengan rasio yang di inginkan. Kedepan secara bertahap akan terus diperbiki lagi.
Bupati juga mengingatkan dunia kesehatan yang sangat membutuhkan perhatian bagi seluruh stakeholder baik tokoh agama, tokoh masyarakat. Karena berkaitan dengan budaya dan prilaku yang berkembang ditengah masyarakat yang belum seiring sejalan dengan pola hidup bersih dan sehat.
Lebih jauh Bupati, sedangkan untuk meningkatkan dan kebangkitan perekonomian yang didukung melalui optimalisasi pertanian dan pariwisata. Sehingga mempunyai daya saing yang kuat, melalui kesediaan pangan yang masih terjaga seperti stok beras 230.158 ton dan jagung 190.178 ton.
Pengembangan destinasi wisata Bondowoso menjadi prioritas pemerintah daerah. Karena potensi keindahan alam yang dimiliki sangat menunjang untuk dikembangkan seperti kawah ijen, kawah wurung, arung jeram, air terjun dan agro wisata lainnya.
Hal itu, tidak lepas dari pengembangan dan pemasaran pariwisata melalui beberapa kegiatan seperti event wisata. Sehingga dapat menunjang kunjungan wisatawan meningkat menjadi naik 1034 persen dari sebelumnya.
Sejatinya, untuk meningkatkan sektor destinasi wisata tentunya melalui investasi daerah, intrumen kemudahan prosudur bagi investasi dan infrastruktur menjadi pilihan Pemkab untuk menarik minat investor. Peningkatan pelayanan perijinan melalui PTSP dan peraturan Bupati nomor 33 tahun 2017 tentang mempersingkat perijinan IMB, ijin prinsib dan izin lokasi selama 7 hari. Sedangkan izin hiburan dan siup selama 1 hari.
Kendati demikian, pemerintah daerah juga meningkatkan tata kelola pemerintah yang aspiratif, jujur serta amanah yang didukung reformasi, reformatik juga didukung oleh kearsipan administrasi. Juga pemerintahan komunikasi dan reformatika perencanaan dan pengawasan dan kepegawaan.
“Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tata pemerintahan antara lain melakukan evaluasi kerja perangkat daerah.
Monotoring pelayanan standart minimal dan pembinaan antar pimpinan daerah,” urainya.
Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat yang baik, pemerintah mengeluarkan berbagai peraturan daerah, peraturan bupati maupun keputusan bupati. Selama tahun 2017 telah diterbitkan sebanyak 22 peraturan daerah.
Sedangkan untuk meningkatkan kopetensi aparatur melalui pengiriman pegawai mengikuti diklat teknis, fungsional dan lainnya. Pembinaan aparatur melalui pengangkatan mutasi dan promusi melalui jabatan sudah dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur.
Melanjutkan kualitas infrastruktur dengan memperhatikan penataan ruang dan kelestarian lingkungan hidup. Peningkatan jalan beraspal 159,500 kilometer. Pemerintah juga terus melakukan rehabilitasi, karena masih terdapat jalan aspal yang kondisinya rusak.
“Disisi lain pemerintah juga meningkatkan jalan makadam dan jalan tanah menjadi jalan beraspal. Penyediaan infrastruktur irigasi terdapat jaringan yang cukup bagus dan mampu mengairi persawahan seluas mungkin,” pungkasnya. (cw3)
