Jember, MotimNews Keras. Itulah gambaran pertandingan derbi dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga 3 Grup G antara Dharaka Samudra Indonesia (Sindo) melawan Persid, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Rabu (4/4) sore, yang berakhir imbang 2-2.
Bertindak sebagai tamu, Persid sempat unggul lebih dulu melalui M. Kasim Botan pada menit 10. Lima menit kemudian, pemain Sindo Rumanega Sambonu mencetak gol balasan. Babak kedua, pada menit 58, Dwi Prasetyo Aji kembali membuat Persid unggul. Namun pada menit 83, Sindo menyamakan kedudukan melalui Dani Dwi Darmawan.
Pertandingan berlangsung cukup keras layaknya sebuah derbi. Wasit Farid Risdianto memberikan kartu kuning untuk dua pemain Sindo, Dani Dwi Darmawan dan Kukuh Hartono, satu kartu kuning untuk pemain Persid Mukarram, dan satu kartu merah langsung untuk Boy Bayu Candra pada menit 73.
Kartu merah ini bikin Manajer Persid Mirza Rahmulyomo berang. "Tekling yang dilakukan Boy seharusnya hanya diganjar kartu kuning dulu, tidak perlu kartu merah langung," katanya geram.
Mirza semakin marah, karena gol kedua Sindo berbau offside. "Itu jelas offside kok dibiarkan. Kenapa kami selalu dizalimi? Kami sudah dua kali mengalami ini. Kemarin lawan Persebo Muda Bondowoso juga begitu. Capek saya," keluhnya.
Hasil ini semakin menguatkan keyakinan pelatih Persid Steven Keltjes, bahwa di Liga 3, urusan non teknis juga berpegaruh. "Kalau kami main normal-normal saja dikerjai terus. Di Liga 3, yang bicara bukan hanya teknis, tapi non teknis," katanya.
Steven menyebut wasit memicu pertengkaran antar pemain kedua tim. "Kalau wasitnya adil dan tegas tidak mungkin ada pertengkaran. Kawan-kawan terpicu: seharusnya kartu kuning, tidak ada kartu kuning. Seharusnya penalti, tidak ada penalti. Seharusnya offiside, tidak ada offside. Kita mau ngomong apa lagi? Ngomong teknis ya percuma. Ini yang bikin sepak bola Indonesia tidak maju-maju," katanya.
Dharaka Sindo adalah klub hasil merger antara Sindo dengan Dharaka FC milik TNI. Ada delapan orang personel TNI yang memperkuat tim ini. Steven sudah memberikan pembekalan mental kepada para pemain. "Lawan siapapun di lapangan, semua sama saja. Ini memang anak-anak muda, mentalnya masih belum ada pengalaman. Ini akan jadi evaluasi tim kami. Kami maunya main bola normal-normal saja. Tapi ternyata di lapangan seperti itu," katanya.
