Jember, MotimNews. Beberapa rumah milik warga Dusun Krajan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, keberadaannya sangat terancam. Pasalnya, halaman rumahnya terdampak erosi saat musim penghujan.
“Yang sangat terdampak akan bahaya sekitar tiga rumah. Jika malam hari sangat mengancam dan menakutkan sekali mas, apalagi bila hujan dan air sungai ketinggian naik. Halaman depan rumah saja jaraknya kurang lebih sekitar satu meteran sudah,” kata salah satu warga Dusun Krajan yang terdampak Erosi, Imam Buchori (45) kepada Memo Timur, Rabu (4/4).
Imam mengaku kejadian ini sekitar bulan Februari kemarin. Dimana pepohonan yang terletak di pinggir sungai Bedadung terkena gerusan air sungai yang begitu besar, dan menghayutkan beberapa pohon yang terletakj di pinggir sungai.
“Bahkan rumah yang di depan rumah saya atau rumah Sumini, sekarang sudah mengungsi di rumah saudaranya, karena sangat menagncam jiwa dan keselamatannya. Karena kita tidak tahu, kapan kejadian bisa terjadi lagi. Sedangkan kemarin saja, salah satu tiang telkom yang terletak di pinggir sungai sudah roboh ke sungai. Ini bisa dipastikan akan merambat ke rumah saya bila tidak segera ditangani,” ungkapnya.
Imam mengatakan, jika saat tidur malam hari terkadang dia terbangun. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Hanya saja dia tidak mau pidah tinggalnya, karena masih merasa aman dan cuaca juga musim belum musim penghujan.
“Sementara saya masih disini dulu, habis mau pindah kemana lagi. Sedangkan orang tua atau saudara rumahnya tidak cukup untuk ditinggali. Mengingat di rumah yang tinggal ada enam orang, yang penting kita tetap siap dalam kondisi apapun. Jika nanti erosi ini melebar hingga ke rumah warga,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Desa Lojejer Joko Santoso saat ditemui dikantornya mengatakan jika yang sangat terdampak dan mengancam itu kurang lebih sekitar tiga Kepala Keluarga. Karena jaraknya kurang lebih dari bibir sungai sekitar satu meteran, dan memang kemarin salah satu warga telah di sarankan untuk mengungsi sementara.
“Salah satu warga telah mengungsi, sedangkan untuk yang lainnnya masih tetap tinggal di lokasi. Meskipun sudah saya sarankan, untuk sementara mengungsi. Karena sangat mengancam jiwa dan tempat tinggalnya,” ucap Joko.
Dirinya mengatakan, jika dari pihak terkait kemarin telah dia beritahu tentang ini. Bahkan dari pihak BPBD telah datang meninjau lokasi, dan telah melakukan assesment dari terdampak erosi.
“Untuk saat ini kita masih menunggu dari pihak Pemerintah Kabupaten. Semoga saja nanti, permasalahan erosi ini segera diatasi. Utamanya harus di pasang dinding tembok penahan tanah, agar erosi ini tidak merambat ke pekarangan yang lain. Serta juga tidak mengancam keselamatan warga saya, karena menakutkan jika keadaan masih seperti itu,” pungkas Joko. (*)
