Jember, MotimNews. Jika dalam kompetisi sepak bola Liga 1 TNI menerjunkan PS Tira, di Liga 3 institusi militer ini punya klub Dharaka Samudra Indonesia (Sindo). Klub ini hasil merger klub Dharaka FC milik TNI dengan Samudra Indonesia.
Pelatih Dharaka Sindo, Hendri Puji, mengatakan, merger baru berusia sebulan dan langsung bersiap menghadapi Liga 3. "Pemain-pemain kami dari Jember asli yang masih sekolah. Ada pekerja yang ingin berekspresi dalam sepak bola kami kasih wadah. Delapan pemain berprofesi TNI," katanya, Rabu (4/4).
Samudra Indonesia sebenarnya sudah sejak lama ada. "Tim ini kurang tertangani. Sayang kalau tidak digunakan untuk jadi wadah bagi pemain Jember yang tidak terpilih di Persid. Saya sendiri sebagai orang Jember, ingin berkarya untuk anak-anak Jember. Minimal mereka punya wadah, dan kalau bisa berprestasi dengan cara ini," kata Hendri.
Hendri menyadari persiapan tim tersebut masih kurang. Idealnya, persiapan minimal sudah dilakukan tiga bulan sebelum kompetisi bergulir. "Itu pun pemainnya sudah harus tertata rapi. Tapi kami masih tambal sulam karena kondisi. Kami berusahalah. Saya salut kepada pemain yang sudah berusaha keras," katanya.
Hendri menerapkan formasi 4-2-3-1. "Ini menyesuaikan karakter orang Indonesia. Saya mantan pemain profesional dan tahu betul karakter orang Jember," katanya.
Kendati persiapan tidak ideal, dalam dua pertandingan awal di Grup G Liga 3, Sindo memetik hasil lumayan bagus. Mereka mengalahkan Banyuwangi Putra 1-0 di kandang lawan. Sore kemarin, mereka berhasil menahan imbang Persid Jember 2-2 dalam sebuah laga derbi yang keras dan diwarnai kartu merah. Enam orang pemain berlatar belakang tentara dimainkan dalam pertandingan ini.
"Dengan proses persiapan yang kurang bagus, kinerja anak-anak sebenarnya belum maksimal. Tapi karena mereka mau kerja keras, kami masih bisa berhasil," kata Hendri.
Hendri menilai kerjasama tim masih harus dibenahi agar lebih solid di semua lini. "Evaluasi kami ada pada set piece. Gol berasal dari bola mati semua," katanya. [cw2/ryz]
