Jember, MotimNews. Beberapa warga Dusun Karanganyar, Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, mempertanyakan pembangunan Jembatan penghubung dua desa yang putus. Mengingat hanya plang pembangunan yang terpasang.
Jembatan tersebut putus diterjang air sungai saat di musim hujan pada bulan November 2017 lalu. Jembatan yang mempunyai panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,5 meter, roboh saat air sungai naik.
Namun warga hanya bisa bertanya-tanya, kapan pembangunan jembatan tersebut akan direalisasikan.
“Ini sudah berjalan hampir enam bulan, dan nasibnya masih belum jelas. Kapan akses penting itu akan berfungsi kembali. Kok hanya plang saja yang di pasang, dengan tulisan ‘Jembatan penghubung desa Karangrejo-Menampu Kec.Gumukmas akan di bangun dengan dana APBD Kab.Jember tahun 2018’ kata warga setempat Hanny (29) saat ditemui wartawan, Jumat (6/4).
Menurut Hanny, warga semua sekarang bertanya-tanya, kapan jembatan penghubung dua desa ini akan di bangun. Karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember.
“Sementara hanya plang yang terpasang, dan untuk tanda-tanda seperti bahan material masih belum ada. Jembatan ini sangat ditunggu oleh warga, kapan bisa berfungsi lagi,” ujarnya.
Tidak adanya jembatan ini, Hanny juga mengeluh saat anaknya yang duduk di sekolah dasar harus berjalan memutar menuju sekolahnya.
“Anak kami harus memutar jauh, ketika hendak akan berangkat sekolah setiap paginya. Biasanya di tempuh beberapa menit, kini harus memakan waktu lama hingga setengah jam. Karena jarak yang ditempuh menuju ke sekolah lebih jauh,” keluhnya.
Hal serupa juga di ungkapkan Nur (35), jika warga sangat membutuhkan jembatan itu. Dan apalagi akan menjelang lebaran. “Sebentar lagi juga mau lebaran, bagaimana ini. Warga butuh jembatan, karena ini memang jembatan vital dan penting sekali,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Karang Rejo Nurulk Huda saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, jika pihak desa menunggu dari dinas PU dan SDA Kabupaten Jember.
“Kami dari pihak desa menunggu yang dari Dinas PU dan SDA, karena menurut plang yang di pasang di sekitar jembatan itu, pembangunan jembatan itu kan menggunakan dana APBD Kabupaten Jember, dan untuk sementara kami masih belum dapat informasi tentang mulai pembangunannya. Yang jelas, kami sangat menunggu,” ungkap Huda. (*)
