Dikapak Saat Imami Salat Maghrib • Pelaku Ditangkap dan Sempat Dihajar Jemaah - Memo Timur News <>

Breaking

Dikapak Saat Imami Salat Maghrib • Pelaku Ditangkap dan Sempat Dihajar Jemaah

 Dikapak Saat Imami Salat Maghrib  • Pelaku Ditangkap dan Sempat Dihajar Jemaah

Sidoarjo, MotimNews. Warga sekitar kompleks masjid Baitul Ridwan, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo,  Senin (2/4) sekitar pukul 18.00, gempar. Saat warga melaksanakan ibadah salat Maghrib, imam salat yang bernama Ustad Tajuddin (48), pengasuh pondok pesantren Darul Falah Dusun Kedungsari Rt 13, Rw 3, Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, tiba-tiba menjadi sasaran penganiayaan Muhammad Rudiyanto (33), warga Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo.

Ustad Tajuddin, rutinitasnya setiap hari Senin sehabis salat maghrib, selalu memberi ceramah kepada jamaahnya. Senin kemarin, sebelum masuk waktu Maghrib, ustadz Tajuddin seperti biasanya sudah hadir di masjid.

Setelah adzan, ustadz Tajuddin memimpin salat Maghrib tersebut. Saat memasuki rakaat kedua, pada posisi duduk takhiyat awal, tiba-tiba dari belakang Muhammad Rudiyanto menerobos shaf jamaah dengan membawa kapak dan langsung menuju imam salat yakni Ustadz Tajuddin dan langsung memukulkan kapak tersebut ke bagian belakang kepala Ustadz Tajuddin sebanyak tiga kali.

"Saya tidak tahu kalau dikapak, karena terasa sakit, tangan saya langsung refleks, menangkis serangan pelaku," kata Ustadz Tajuddin.

Setelah itu salat Maghrib langsung bubar dan pelaku langsung ditangkap dan sempat dipukuli oleh jamaah yang waktu itu salat di Masjid Baitul Ridwan.

"Saya kasihan lihat pelaku dipukuli jamaah, InsyaAllah pelaku ini sakit," ungkap Ustadz Tajuddin.

Sementara itu, saat Kolresta Sidoarjo Kombes pol Himawan Bayu Aji dihubungi awak media via ponsel, membenarkan adanya kejadian penganiayaan di daerah Balongbendo tersebut. Sampai saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan 10 orang saksi untuk dimintai keterangan.

"Iya benar,  telah terjadi penganiayaan di Balongbendo,  sampai saat ini sudah memeriksan 10 saksi. Untuk mengetahui lebih lengkap silahkan hubungi Kabid Humas Polda Jatim," jelasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo Reza Ali Faizin, membenarkan kejadian di Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo tersebut. Pasca kejadian beberapa sahabat-sahabat Banser sudah berada di lokasi penganiayaan ustad tersebut

"Kami meminta Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim untuk mengusut tuntas apa motif pelaku. Benar tidaknya pelaku mengalami kelainan jiwa,  kami serahkan ke pihak Polisi," kata Reza saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Reza menjelaskan, untuk sahabat - sahabat Banser serta masyarakat umum untuk menahan diri.  Serta tidak terprovokasi adanya kejadian ini. 

"Kita jangan terprovokasi adanya kasus ini. Kita serahkan ke pihak kepolisian agar kasus ini segera terungkap motifnya,"  jelasnya. (ags/jum)



Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact